Alkisah tahun 1996, ada segerombolan anak
muda sedang iseng-iseng berkumpul di sebuah studio di bilangan Tebet.
Awalnya mereka datang dengan band-nya masing-masing, tapi karena sering
ketemu, jadilah mereka sering ngobrol sampe nge-jam bareng. Acara
nge-jam bareng ini nggak berakhir di studio latihan aja, tapi juga ke
panggung-panggung 17an dan pensi-2 sekolah di seputaran Tebet. Namanya
band manggung, musti punya nama dong… jadilah Ungu. Kenapa Ungu? Kenapa nggak? (ini jawaban paling standard dari mereka kalau ditanya kenapa namanya Ungu). Yang jelas sih mereka mencari nama yang sederhana dan mudah diingat.
Setelah berkarir di seputaran Tebet, mulailah tawaran-tawaran manggung berdatangan sampai akhirnya personil Ungu
berguguran karena dibajak band lain lah, karena harus kuliah lah dan
sebagainya. Proses gonta ganti personil ini berlanjut cukup lama dan
cukup sering. Sekitar sembilang kali kurang lebih. Salah satu mantan
personil yang sekarang dikenal sebagai penyanyi solo adalah Ariyo,
sebelum bergabung dengan SOG (Iya! Ariyo yang itu!)
Sejak awal manggung, Ungu
sudah mulai membawakan lagu2nya sendiri. Mulailah beberapa orang
terdekat mereka menyarankan agar mereka mencoba menawarkan lagu2
tersebut ke perusahaan recording untuk bikin album. Pada tahun 2000, Ungu
ditawarin untuk mengisi sebuah album kompilasi di Warner Music
Indonesia. Bersama Lakuna, Borneo, Piknik dan Energy (bukan Energy yang
dari Taiwan itu yah!) masing-masing menyumbangkan dua buah lagu untuk
album kompilasi KLIK. Dua lagu Ungu judulnya Hasrat dan Bunga. Saat kompilasi ini pun personil Ungu belum seperti komposisi saat ini.
Punya dua lagu dalam album kompilasi ternyata jadi pemicu mereka
untuk bikin lagu lebih banyak lagi dan berharap dapat membuat album
penuh. Setelah muter-muterin ibukota yang kejam ini untuk mencoba
memperdengarkan lagu-lagu mereka ke berbagai label, akhirnya mereka
bertemu sekelompok orang yang menamakan dirinya BAR & Co. BAR &
Co. ini tertarik pada materi lagu Ungu dan bersedia menjadi Producer untuk album penuh Ungu dan akhirnya nyangkutlah Ungu di Hemaswara/Musica Group. Setelah proses yang panjang dalam rekaman dan bahkan harus kembali kehilangan personil, album pertama Ungu dirilis tanggal 6 Juli 2002. Album yang diberi judul Laguku ini mengemas 12 lagu yang bervariasi. Begitu seriusnya mereka ingin tampil total, Ungu meminta Mas Sawung Jabo untuk membuatkan aransemen untuk strings section yang kemudian digarap oleh Banyu Mili, strings section dari Jogjakarta.
Nggak disangka juga bahwa single pertama, Bayang Semu, yang juga jadi soundtrack sinetron ABG, membawa Ungu ke berbagai kota di Indonesia untuk mengadakan live performance. Sejak album itu beredar, Ungu sudah tampil di hampir 100 panggung di seluruh Indonesia.
Perjalanan tour mereka nikmati benar,
tapi nggak kerasa juga bahwa deadline album kedua semakin dekat. Sambil
tour, ntah di bis, di pesawat, maupun di kapal ferry, Ungu
nyempetin genjreng-genjreng untuk bikin lagu. Curhatan-curhatan ala
cowok pun bisa jadi inspirasi lagu. Gak bisa dipungkiri, seringnya
mereka pergi keluar kota membuat beberapa orang diantaranya jadi
diputusin pacarnya. Sedih memang, tapi itu jadi sumber inspirasi yang
gak ada habisnya.
Oya, inget dong kalo dulu Ungu berempat. Nah, karena setiap manggung Ungu
selalu butuh gitaris tambahan, maka ada beberapa orang gitaris yang
pernah mengisi kekosongan itu, sebut saja Ari Rasa dan Onci eks Funky
Kopral. Ntah sama gilanya atau karena memang selera musiknya sejalan,
akhirnya Onci meng-iyakan waktu ditawari untuk bergabung sebagai anggota
kelima Ungu.
Kalau proses rekaman album pertama cukup panjang, maka proses rekaman album kedua Ungu
bisa dibilang sangat singkat. Cuma dalam waktu 3 minggu semua materi
sudah harus kelar diaransemen dan direkam. Kerja keras? Iya banget! Ungu
jadi sering tidur di Hijau studio di bilangan Radio Dalam dan telat
makan. Efeknya? Jangan ditanya… beberapa dari mereka langsung terkapar
sakit. (Hmm.. masih lumayan gak sempet ada yg masuk rumah sakit kayak
Pasha waktu rekaman album pertama).
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu
tiba. Kelar juga album kedua ini dan diberi judul sesuai harapan mereka,
(menuju) Tempat Terindah. Masih nggak pelit, tetep ngasih 12 lagu.
Malah di kemasan CD ada bonus versi akustik lagu Suara Hati dan VCD
behind the scene making the video single pertama di album ini, Karena
Dia Kamu.
credit by: http://unguband.blogsome.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar