"Kemarin
saya juga sempat menghubungi teman-teman di Manado, ternyata lagu kita
sering diputar posko-posko di sana. Jadi buat penyemangat," ungkap Pasha
di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Senin (20/1).
Lebih lanjut Pasha menjelaskan, Baku Jaga
yang bermakna saling menjaga menceritakan tentang sebuah bencana. Ia
menilai, selama 30 tahun terakhir baru kali ini Manado tertimpa musibah
banjir yang dahsyat.
"Lagu ini tentang cobaan. Selama 30
tahun terakhir baru ini banjir besar, jalan terputus, listrik padam,
mandi bingung, makanan juga ada, tapi jauh," paparnya.
Agar mudah dicerna para korban, Pasha mengatakan, lagu Baku Jaga sengaja dibuat dengan dialek Manado. Meski baru dirilis, lagu itu diakuinya mendapat respon yang baik.
"Bahasanya pake dialek Manado biar lebih cepat sampai pesannya. Responnya luar biasa dari lagu itu," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar